Mark Wilson Kecam Penggunaan AI di LinkedIn
Editor Desain Global, Mark Wilson, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) di platform LinkedIn. Dalam tulisannya, Wilson mengkritik pengguna LinkedIn yang memanfaatkan AI untuk membuat konten, seperti postingan atau email, dengan cara yang dianggapnya tidak etis.
Menurut Wilson, banyak pengguna LinkedIn yang hanya memasukkan cerita ke dalam ChatGPT, sebuah program AI, dan meminta agar dibuatkan ringkasan yang menarik untuk diposting. Bahkan, LinkedIn sendiri memiliki asisten penulis AI yang membantu pengguna membuat konten tersebut. Hal ini membuat Wilson merasa khawatir karena banyak orang mengambil pemikiran dan penelitian orang lain, lalu menyusunnya kembali dan mengklaimnya sebagai karya mereka sendiri.
Wilson menyebutkan bahwa tindakan ini bukan hanya masalah plagiarisme ringan. Lebih dari itu, ia merasa bahwa penggunaan AI dalam berkomunikasi mencerminkan sikap kita terhadap komunikasi itu sendiri.
Dalam pandangannya, menggunakan AI untuk menulis email atau postingan di media sosial adalah contoh perilaku yang tidak sopan. Ini menunjukkan kurangnya usaha dan keaslian dalam berkomunikasi. Wilson berpendapat bahwa setiap orang perlu menghargai proses komunikasi yang sebenarnya, yang melibatkan pemikiran dan kreativitas pribadi.
Dengan adanya kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang AI, penting bagi kita untuk tetap mempertahankan integritas dalam berkomunikasi. Menggunakan AI boleh saja, tetapi sebaiknya kita tetap memberikan sentuhan pribadi dalam setiap konten yang kita buat. Keaslian adalah kunci dalam membangun hubungan yang baik di dunia profesional, terutama di platform seperti LinkedIn.
Mark Wilson mengajak kita untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, agar komunikasi tidak kehilangan makna dan keaslian yang seharusnya ada di dalamnya.
AI LinkedIn etika Mark Wilson komunikasi