Pada hari berikutnya setelah ledakan besar di pelabuhan kontainer terbesar di Iran, yaitu Pelabuhan Shahid Rajaee, banyak pertanyaan muncul mengenai penyebab dan apa yang sebenarnya meledak. Menurut laporan dari New York Times, seorang sumber dekat dengan Garda Revolusi Iran menyebutkan bahwa natrium perklorat yang disimpan di pelabuhan tersebut telah meledak. Natrium perklorat adalah bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan roket militer.
Namun, seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan Iran membantah klaim tersebut. Ia menyatakan, "Di area Pelabuhan Shahid Rajaee tidak ada barang ekspor atau impor yang dapat digunakan untuk tujuan militer." Ia juga menambahkan bahwa laporan yang berbeda adalah berita palsu.
Ledakan yang sangat kuat ini terjadi di pelabuhan yang sangat penting bagi Iran, dan gelombang kejutnya dilaporkan dapat dirasakan hingga 50 kilometer. Banyak bangunan di sekitar pelabuhan mengalami kerusakan parah akibat dampak ledakan tersebut, menurut berita dari agen Tasnim.
Otoritas bea cukai menjelaskan bahwa kebakaran di tempat penyimpanan bahan berbahaya telah menyebabkan sebuah kontainer berisi bahan kimia terbakar, yang kemudian meledak. Setelah itu, api menyebar ke seluruh area pelabuhan. Lebih dari 10.000 kontainer dilaporkan terbakar dalam kejadian ini.
Media lokal melaporkan bahwa setidaknya 28 orang telah meninggal dunia akibat ledakan ini, enam orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari seribu orang lainnya mengalami luka-luka. Kejadian ini menyoroti betapa berbahayanya penyimpanan bahan kimia berbahaya di area yang padat penduduk.
Iran ledakan pelabuhan korban jiwa berita