Pemilihan pengganti Paus Fransiskus yang telah wafat akan dimulai pada tanggal 7 Mei, seperti yang diumumkan oleh pihak Vatikan. Keputusan ini diambil setelah para Kardinal berkumpul dan berdiskusi di Roma.
Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada hari Senin Paskah, gereja katolik memasuki masa yang disebut Sedisvakanz, yaitu periode tanpa pemimpin. Untuk memilih penggantinya, semua Kardinal yang berhak memilih akan berkumpul di Kapel Sistina di Vatikan. Selama pemilihan, mereka tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan dunia luar.
Pemilihan ini merupakan proses yang sangat ketat. Hanya ada 135 Kardinal di bawah usia 80 tahun dari seluruh dunia yang memiliki hak suara. Namun, satu Kardinal telah membatalkan kehadirannya karena masalah kesehatan. Di antara para Kardinal yang berhak memilih, terdapat tiga Kardinal asal Jerman: Reinhard Marx, Rainer Maria Woelki, dan Gerhard Ludwig Müller.
Proses pemilihan dapat berlangsung cepat, dalam beberapa jam, atau bisa juga memakan waktu hingga beberapa minggu. Tidak ada batas waktu untuk pemilihan ini.
Untuk terpilih sebagai Paus, seorang kandidat harus mendapatkan dua pertiga suara dari total suara yang ada. Pemungutan suara pertama akan dilakukan pada sore hari pertama, dan setelah itu akan ada dua pemungutan suara di pagi hari dan dua di sore hari. Setelah pemungutan suara, kertas suara akan dibakar. Jika hasilnya tidak berhasil, asap hitam akan muncul dari cerobong asap di atap Kapel Sistina. Namun, jika pemungutan suara berhasil dan seorang Paus terpilih, asap putih akan keluar sebagai tanda. Ini adalah simbol bagi umat di Petersplatz dan di seluruh dunia bahwa ada Paus baru. Dalam bahasa Latin, mereka akan mengumumkan: "Habemus papam".
Paus Konklave Vatikan pemilihan Kardinal