KARLSRUHE, Jerman – Badan Kejaksaan Jerman telah mengajukan dakwaan terhadap dua orang, seorang warga negara Jerman bernama Jian G. dan seorang warga negara China bernama Yaqi X. Mereka dituduh "cukup mencurigakan" telah bekerja untuk sebuah badan intelijen asing. Jian G. menghadapi tuduhan yang lebih serius.
Menurut informasi dari otoritas di Karlsruhe, Jian G. telah menjadi pegawai badan intelijen China sejak tahun 2002. Ia ditangkap di Dresden pada bulan April 2024. Setelah penangkapannya, Kejaksaan Agung Jerman melakukan penggeledahan di kantor-kantor Jian G. dan Maximilian Krah, seorang politikus dari partai AfD, di Parlemen Eropa yang terletak di Brussel. Kejaksaan menegaskan bahwa penggeledahan tersebut adalah "tindakan untuk mencari saksi." Parlemen Eropa sendiri telah memberikan persetujuan untuk memasuki lokasi tersebut.
Pada akhir September, pihak kepolisian juga menangkap Yaqi X. di Leipzig berdasarkan perintah dari Badan Kejaksaan. Yaqi X. juga dicurigai terlibat dalam kegiatan intelijen untuk agen rahasia China. Saat ini, keduanya berada dalam tahanan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.
Lebih banyak informasi mengenai latar belakang Jian G. telah terungkap. Menurut laporan dari ARD-Hauptstadtstudio, ARD-Kontraste, dan SWR, pada tahun 2007, Jian G. pernah menawarkan diri kepada badan keamanan Jerman sebagai informan. Ia awalnya mencoba untuk bekerja sama dengan Badan Intelijen Luar Negeri Jerman (BND), tetapi ditolak. BND kemudian merekomendasikannya untuk menghubungi Badan Perlindungan Konstitusi di Sachsen. Pada tahun 2018, Jian G. dihapus sebagai informan oleh badan tersebut.
Kasus ini menarik perhatian luas karena melibatkan dugaan aktivitas spionase yang serius dan hubungan dengan pejabat pemerintah. Penangkapan Jian G. dan Yaqi X. menunjukkan bagaimana isu keamanan nasional menjadi semakin penting dalam era globalisasi ini.
spionase Jerman penangkapan agen rahasia Jian G. Yaqi X.