Malang, 28 Mei 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, dan Perusahaan Jasa Tirta I (PJT I) mengadakan pertemuan untuk membahas pengelolaan sumber daya air (SDA) di Wilayah Sungai Brantas. Pertemuan ini dilaksanakan di Kantor Pusat PJT I di Malang dan dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin, 28 Mei 2025, terdapat tiga agenda utama yang dibahas. Pertama adalah Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengusahaan dan Penggunaan SDA. Kedua, Monev Clear Cut 2024, yang merupakan evaluasi tentang penggunaan lahan dan sumber daya air. Ketiga, penyusunan program Clear Cut untuk tahun 2025.
Setelah diskusi, tim dari Kemen PU dan BBWS Brantas mengunjungi Command Center PJT I. Di sana, mereka melihat bagaimana pengelolaan SDA dilakukan secara terpadu dengan dukungan sistem teknologi bernama Jasa Tirta Smart Water Management System. Sistem ini dirancang untuk memudahkan pengelolaan dan pemantauan sumber daya air.
Pada hari berikutnya, Selasa, 29 Mei 2025, dilakukan kunjungan lapangan ke Bendungan Sengguruh. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pengelolaan SDA oleh PJT I di Wilayah Sungai Brantas. Bendungan Sengguruh merupakan salah satu proyek penting dalam memastikan ketersediaan air untuk berbagai keperluan, termasuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Agenda rutin ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kolaborasi dan sinkronisasi antara semua pemangku kepentingan. Hal ini juga menjadi dukungan terhadap Asta Cita, yaitu untuk mewujudkan ketahanan pangan, energi, dan air di Wilayah Brantas. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pengelolaan sumber daya air dapat dilakukan dengan lebih baik dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Kemen PU, BBWS Brantas, dan PJT I menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga dan mengelola sumber daya air dengan baik demi kepentingan masyarakat dan lingkungan.
kolaborasi pengelolaan sumber daya air ketahanan pangan energi Brantas