Sejumlah kepala desa di Jawa Tengah memberikan dukungan terhadap program Sekolah Antikorupsi "Ngopeni Lan Nglakoni Desa Tanpo Korupsi". Program ini diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan diharapkan dapat berlanjut hingga tingkat kabupaten.
Kepala Desa Sidowangi dari Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Muji Subagyo, menyatakan bahwa program ini merupakan sebuah terobosan yang sangat bagus. "Saya berharap tidak berhenti sampai di sini saja. Kalau bisa ini bisa berkelanjutan di tingkat kabupaten," ungkapnya saat acara Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Semarang, pada hari Selasa.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa program Sekolah Antikorupsi ini diikuti oleh 7.810 kepala desa dari berbagai daerah. Ia menekankan bahwa program ini adalah upaya untuk mencegah tindak pidana korupsi di wilayahnya. Dalam program tersebut, dihadirkan pemateri dari berbagai instansi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah, kejaksaan tinggi, hingga Kepolisian Polda Jawa Tengah.
Gubernur Luthfi juga menambahkan bahwa upaya pencegahan korupsi di Jawa Tengah sudah menunjukkan hasil. Tercatat sudah ada 30 desa yang berhasil menjadi desa antikorupsi, dan 297 desa lainnya sedang dalam proses untuk diajukan sebagai desa antikorupsi.
Program Sekolah Antikorupsi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran kepala desa dan masyarakat akan pentingnya pencegahan korupsi, serta menciptakan pemerintahan yang lebih bersih dan transparan di Jawa Tengah.
Sekolah Antikorupsi kepala desa Gubernur Jateng korupsi