Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

TMMD ke-124: Harapan Baru untuk Ngluyu, Nganjuk

Nganjuk, - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 6 Mei 2025. Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah Desa Lengkong Lor di Kecamatan Ngluyu dan Desa Sumbermiri di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk.

TMMD ke-124 memiliki berbagai sasaran pembangunan yang bertujuan untuk membantu masyarakat. Pengerasan jalan menjadi salah satu prioritas utama, dengan panjang jalan yang akan dikerjakan mencapai 1.100 meter dan lebar 3 meter. Jalan ini diharapkan dapat menjadi penghubung penting antara kedua desa tersebut.

Selain itu, ada juga sasaran tambahan berupa pembuatan 5 unit sumur bor dan renovasi 13 unit Rutilahu atau rumah tidak layak huni. Untuk mendukung ketahanan pangan, TMMD juga akan melakukan penanaman padi di lahan seluas 2 hektare serta menanam 1.500 pohon produktif.

Program ini tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup sasaran non-fisik, seperti penanganan masalah stunting dan penyuluhan yang bermanfaat untuk masyarakat setempat.

Menurut Mayor Cpl Eko Sudarto, Kapenrem 081/DSJ, keberadaan TMMD diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kemiskinan yang ada di Ngluyu. "Dari data yang kami peroleh, angka kemiskinan di Ngluyu mencapai 5,1 persen. Ini tidak terlepas dari kurangnya sarana infrastruktur, khususnya akses jalan yang layak," jelasnya.

Akses jalan yang baik sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas warga, terutama mereka yang bermata pencaharian sebagai petani. Eko optimis bahwa dengan perbaikan jalan melalui TMMD ke-124, kondisi ekonomi masyarakat akan meningkat dan kesejahteraan pun akan terwujud.

Selain masalah kemiskinan, angka stunting di Ngluyu juga cukup tinggi, dengan total 115 anak terpengaruh. Eko berharap TMMD dapat menjadi solusi untuk menurunkan angka stunting tersebut. "Kalau infrastrukturnya kita perbaiki dan kesejahteraan masyarakatnya lebih baik, maka pasti angka stunting akan turun dengan sendirinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa salah satu fokus dalam TMMD adalah penanganan stunting. "Harapannya, stunting di Desa Lengkong Lor dapat turun signifikan atau bahkan mencapai zero stunting," tutupnya.

library_books Korem081dhirotsahajaya