Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

DPR Usulkan Sejarah dan Sastra Jadi Mata Pelajaran Wajib

Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PDI Perjuangan, Bonnie Triyana, mengusulkan agar mata pelajaran Sejarah dan Sastra diwajibkan di sekolah-sekolah. Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi di kalangan generasi muda Indonesia.

Usulan tersebut disampaikan oleh Bonnie Triyana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan oleh Komisi X DPR RI dengan kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada hari Kamis, 24 April 2025. Dalam rapat tersebut, Bonnie menekankan pentingnya membaca untuk meningkatkan pemikiran dan imajinasi siswa.

"Karena untuk meningkatkan gairah membaca dan meningkatkan kapasitas imajinasi berpikir, sekaligus kesadaran kognitif itu melalui membaca, membaca melalui sastra itu penting," kata Bonnie Triyana. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia sangat peduli terhadap perkembangan literasi di Indonesia.

Bonnie juga mengingatkan bahwa pemerintah, melalui Perpustakaan Nasional, harus proaktif dalam mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa. Hal ini penting agar siswa tidak hanya belajar dari buku pelajaran, tetapi juga dari karya sastra yang dapat memperluas wawasan dan imajinasi mereka.

Dengan adanya usulan ini, diharapkan bahwa pendidikan di Indonesia akan semakin baik dan generasi penerus bangsa dapat menjadi lebih cerdas dan kreatif. Membaca adalah kunci untuk membuka banyak pengetahuan dan pengalaman baru, sehingga penting bagi semua pihak untuk mendukung program ini.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan semakin banyak siswa yang tertarik untuk membaca, sehingga budaya membaca dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia.

library_books Pdiperjuangan