Hari ini, 133 kardinal yang sebagian besar adalah pria lanjut usia akan memasuki Kapel Sistina yang megah untuk memulai proses pemilihan paus baru. Proses ini merupakan tanggung jawab yang besar, karena paus bukan hanya pemimpin spiritual bagi lebih dari setengah dari 2,5 miliar umat Kristen di dunia, tetapi juga dianggap sebagai wakil Tuhan di bumi. Oleh karena itu, pemilihan paus tidak bisa dianggap remeh.
Para kardinal telah melakukan pertemuan tidak resmi sebagai persiapan sebelum konklave. Pertemuan ini sangat penting, terutama di antara mereka yang dikenal sebagai "kingmakers". Mereka adalah kardinal yang memiliki kekuatan untuk mengarahkan suara dari kelompok atau blok geografis tertentu, dan bisa saja muncul sebagai calon paus itu sendiri.
Untuk memilih seorang paus, dibutuhkan suara mayoritas dua pertiga dari kardinal yang hadir. Sistem ini mendorong kompromi di antara para kardinal. Namun, ada beberapa faktor tambahan yang akan mempengaruhi konklave kali ini. Beberapa di antaranya mungkin termasuk taktik kotor yang digunakan dalam proses pemilihan.
Proses pemilihan ini sangat penuh tantangan, dan semua mata tertuju pada Kapel Sistina saat para kardinal bersiap untuk membuat keputusan yang akan mempengaruhi jutaan umat Katolik di seluruh dunia.
Kardinal Paus Kapel Sistina Konklave Pemilihan