Panel pakar independen dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan militer yang terus dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai "salah satu manifestasi yang paling mencolok dan tanpa ampun dari pelanggaran terhadap kehidupan dan martabat manusia." Dalam pernyataan itu, para pakar mendesak tindakan internasional untuk mencegah "pembantaian" terhadap rakyat Palestina di wilayah tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah laporan dari penyelamat di wilayah Palestina yang menyebutkan bahwa serangan udara Israel pada hari Rabu telah menewaskan 59 orang, di mana 48 di antaranya berada di Kota Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikelola oleh kelompok militan Palestina, Hamas, melaporkan bahwa setidaknya 2,545 orang telah tewas sejak Israel melanjutkan kampanyenya setelah gencatan senjata selama dua bulan berakhir pada 18 Maret. Dengan demikian, total kematian akibat perang di Gaza telah mencapai 52,653 jiwa.
Angka kematian ini sulit untuk diverifikasi secara independen, namun banyak organisasi non-pemerintah (NGO) dan PBB telah menganggap angka tersebut dapat dipercaya. Situasi di Gaza semakin memprihatinkan, dengan banyak warga sipil yang menjadi korban dalam serangan yang terus berlanjut.
Kondisi ini tentunya menimbulkan keprihatinan global, dan banyak pihak mendesak agar dunia internasional segera mengambil langkah untuk menghentikan konflik ini dan melindungi hak asasi manusia di wilayah yang terkena dampak. PBB sebagai lembaga internasional diharapkan dapat berperan aktif dalam mencari solusi damai untuk konflik yang berkepanjangan ini.
PBB Gaza Israel serangan Palestina kemanusiaan