Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Friedrich Merz Terpilih Sebagai Kanselir Jerman, Namun Banyak yang Ragu

Pada hari Selasa, Friedrich Merz terpilih sebagai Kanselir Republik Federal Jerman dalam pemilihan yang kedua. Politisi dari partai CDU ini sebelumnya dikenal sebagai pemimpin oposisi, tetapi tingkat popularitasnya di kalangan masyarakat Jerman cukup rendah. Saat ini, hasil survei ARD-DeutschlandTrend menunjukkan bahwa hanya 32 persen responden yang menganggap Merz sebagai pilihan yang baik. Sementara itu, mayoritas 59 persen tidak setuju dengan pilihan ini.

Survei ini dilakukan pada tanggal 5 hingga 6 Mei, dan hasilnya menunjukkan pandangan yang beragam terhadap pemerintahan baru yang terdiri dari koalisi antara partai Union dan SPD. Sebanyak 42 persen dari responden menilai pemerintahan ini sebagai sangat baik atau baik, sementara 53 persen lainnya memiliki pendapat sebaliknya, yaitu kurang baik atau buruk. Hanya para pendukung dari partai Union dan SPD yang memberikan penilaian positif, dengan persentase masing-masing 79 persen dan 74 persen.

Sebagai perbandingan, koalisi yang dikenal dengan sebutan "Ampel" yang terdiri dari partai SPD, Hijau, dan FDP, memulai masa pemerintahannya setelah pemilihan umum 2021 dengan dukungan yang lebih tinggi dari masyarakat. Pada saat itu, 53 persen responden menilai pemerintahan tersebut sebagai sangat baik atau baik, sementara 43 persen menyatakan sebaliknya. Namun, pandangan positif terhadap "Ampel" ini tidak bertahan lama dan dengan cepat menurun, hingga mencapai tingkat dukungan yang historis rendah terhadap kinerja pemerintahan.

Kondisi ini menunjukkan tantangan yang harus dihadapi oleh Friedrich Merz dan pemerintahannya ke depan. Dukungan publik yang rendah dapat mempengaruhi efektivitas kebijakan dan stabilitas pemerintahan. Ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama dalam konteks politik yang terus berubah di Jerman.

library_books Tagesschau