CBP Cabut Kebijakan Perlindungan untuk Tahanan Rentan
Pada tanggal 5 Mei 2025, Badan Kepabeanan dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) mengambil keputusan mengejutkan dengan mencabut beberapa kebijakan internal yang dirancang untuk melindungi orang-orang paling rentan dalam penahanan mereka. Kebijakan ini sebelumnya melindungi wanita hamil, bayi, orang tua, dan mereka yang memiliki kondisi medis serius.
Keputusan tersebut diungkapkan dalam sebuah memo yang ditandatangani oleh Komisaris Sementara Pete Flores. Memo tersebut tidak diumumkan secara publik dan hanya disebarkan kepada para pemimpin top agensi. Dalam memo tersebut, CBP menjelaskan bahwa kebijakan-kebijakan yang ada sebelumnya dianggap "usang" dan "tidak sejalan" dengan prioritas penegakan hukum saat ini.
Kebijakan yang dicabut ini merupakan bagian dari upaya yang dilakukan selama tiga tahun terakhir di bawah pemerintahan Biden. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengatasi kegagalan CBP dalam memberikan perawatan yang memadai kepada tahanan yang paling berisiko. Kegagalan ini bahkan telah menyebabkan beberapa kejadian yang berujung pada kematian.
Kebijakan yang sekarang dicabut ini mengatur standar perawatan bagi tahanan dengan kebutuhan medis yang meningkat. Misalnya, kebijakan tersebut mewajibkan agar wanita hamil memiliki akses terhadap air dan makanan yang cukup, memberikan privasi bagi ibu yang menyusui, serta memastikan bahwa popok dan susu formula yang belum kadaluarsa tersedia di fasilitas penahanan.
Selain itu, kebijakan ini juga menginstruksikan para agen untuk memproses individu yang berisiko secepat mungkin guna mengurangi waktu mereka dalam penahanan.
Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai perlindungan yang akan diberikan kepada mereka yang paling rentan di penahanan. Dengan kebijakan yang dicabut ini, banyak yang khawatir akan hilangnya perlindungan yang sangat dibutuhkan oleh wanita hamil dan anak-anak di fasilitas penahanan.
Kita tunggu saja bagaimana dampak dari keputusan ini terhadap para tahanan dan bagaimana langkah CBP selanjutnya dalam menangani masalah ini.
CBP kebijakan tahanan perlindungan wanita hamil bayi