Robert Francis Prevost, seorang Uskup Agung dari Chicago, resmi terpilih sebagai Paus baru dengan nama Leo XIV. Ia menjadi Paus pertama dari Amerika Serikat yang akan memimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia. Keputusan ini diumumkan di Vatikan dan disambut meriah oleh puluhan ribu orang yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, memberikan tepuk tangan dan sorakan untuk pemimpin baru mereka.
Prevost lahir pada 14 September 1955 di Chicago. Ia dikenal sebagai sosok yang diplomatis dan pragmatis, serta dihormati oleh berbagai kalangan, baik yang progresif maupun konservatif dalam Gereja. Banyak yang percaya bahwa ia akan melanjutkan langkah pendahulunya, Paus Fransiskus, dalam upaya membuat Gereja lebih inklusif dan melibatkan semua umat.
Karir gerejanya dimulai ketika ia bergabung dengan Ordo Agustinian pada tahun 1977 dan dikirim ke Roma untuk belajar hukum gereja. Setelah itu, ia ditugaskan sebagai misionaris di Peru. Prevost memiliki pengalaman luas di berbagai posisi di Amerika Serikat dan Peru, terutama dalam mendidik calon-calon pendeta muda.
Pada tahun 2002, ia terpilih sebagai pemimpin dunia Ordo Agustinian dan menjalani dua masa jabatan di Roma. Sebelum menjadi Paus, Prevost juga pernah menjabat sebagai Uskup di Bistum Chiclayo, Peru, dan menjadi Wakil Presiden kedua Konferensi Waligereja Peru yang terkenal dengan pandangan politik yang berbeda-beda.
Selama masa kepemimpinan Paus Fransiskus, Prevost menjabat sebagai pemimpin di badan Vatikan yang mengurusi para uskup. Hal ini membuatnya dikenal luas di kalangan para kardinal, terutama saat Konklave, di mana mereka semua berkumpul untuk memilih Paus baru. Pada saat itu, banyak kardinal yang tidak saling mengenal dengan baik, sehingga pemilihan ini menjadi sangat menarik.
Dengan terpilihnya Robert Francis Prevost sebagai Paus baru, diharapkan ia dapat membawa perubahan positif dan melanjutkan misi Gereja Katolik dalam menjangkau semua umat, tanpa terkecuali.
Paus Prevost Leo XIV Vatikan Gereja berita