Lebih dari $21 juta telah dipertaruhkan di situs taruhan Polymarket dan $8 juta di Kalshi terkait siapa yang akan menjadi paus selanjutnya setelah Paus Francis. Meskipun banyak orang bertaruh, mereka tampaknya melakukannya tanpa informasi yang jelas. Hal ini karena conclave kepausan sepenuhnya terputus dari dunia luar, sehingga tidak ada yang bisa memprediksi dengan pasti siapa yang akan terpilih.
Polymarket adalah situs taruhan berbasis cryptocurrency yang berada di luar negeri, sementara Kalshi adalah platform pasar prediksi yang diizinkan secara hukum untuk menerima taruhan di Amerika Serikat. Kedua situs ini menunjukkan bahwa satu kardinal memiliki peluang terbaik untuk terpilih sebagai paus berikutnya.
Situs-situs ini menarik perhatian banyak orang, termasuk para penggemar dan pengamat gereja, yang ingin melihat siapa yang akan menggantikan Paus Francis. Meskipun begitu, para ahli Vatikan sendiri tidak dapat memberikan jawaban pasti mengenai siapa yang akan terpilih. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemilihan paus adalah sangat rahasia dan tidak dapat diprediksi.
Paus Francis, yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang terbuka, telah menjabat sejak tahun 2013. Sejak saat itu, banyak yang bertanya-tanya siapa yang akan mengambil alih setelahnya. Taruhan yang dilakukan di Polymarket dan Kalshi mencerminkan ketertarikan publik terhadap peristiwa ini, meskipun hasilnya masih sangat tidak pasti.
Dengan lebih dari $29 juta yang dipertaruhkan secara total, minat masyarakat terhadap pemilihan paus berikutnya terus meningkat. Hal ini juga menunjukkan bahwa banyak orang ingin terlibat dalam peristiwa besar ini, meskipun mereka tidak memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang beralasan.
Dalam konteks ini, banyak yang berharap agar pengumuman tentang paus baru dapat segera dilakukan setelah conclave selesai. Sementara itu, semua mata tertuju pada kardinal yang saat ini memimpin taruhan ini.
taruhan paus Polymarket Kalshi cardinal