Aktivis anti-aborsi sedang menggalang kekuatan dalam sebuah kampanye baru yang dinamakan "Rolling Thunder". Kampanye ini bertujuan untuk menekan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) agar mengembalikan pembatasan pada pil aborsi bernama mifepristone.
Mifepristone adalah obat yang digunakan untuk mengakhiri kehamilan dan telah menjadi bagian dari layanan kesehatan reproduksi selama bertahun-tahun. Namun, kelompok-kelompok yang menentang aborsi kini berusaha untuk menghapusnya dari pasar.
Rencana ini juga mencakup pengajuan gugatan baru terhadap dokter yang meresepkan mifepristone. Hal ini menunjukkan langkah-langkah agresif yang diambil oleh aktivis untuk memperketat aturan mengenai obat tersebut.
Senator Josh Hawley baru-baru ini memperkenalkan sebuah undang-undang yang merujuk pada laporan yang bertentangan dengan hasil uji keselamatan yang telah ada selama beberapa dekade. Dalam undang-undang ini, Hawley mengusulkan pembatasan baru pada mifepristone dan memungkinkan pasien untuk mengajukan gugatan terhadap penyedia layanan kesehatan yang meresepkannya melalui telehealth.
Di tengah semua ini, seorang penyedia layanan aborsi di New York menghadapi tuduhan kriminal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia dituduh meresepkan pil aborsi kepada ibu dari seorang remaja hamil di Louisiana.
Kampanye "Rolling Thunder" ini mencerminkan semakin meningkatnya tekanan dari aktivis anti-aborsi untuk membatasi akses terhadap layanan kesehatan reproduksi. Dengan menggunakan laporan yang kontroversial, mereka berharap dapat memengaruhi kebijakan dan hukum yang terkait dengan aborsi di Amerika Serikat.
aborsi mifepristone FDA kampanye aktivis