Pada minggu lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat berdampingan saat menyaksikan parade militer di Lapangan Merah. Mereka berdua tampak seperti sekutu yang sejajar, namun sebenarnya hubungan mereka tidak seimbang.
Xi Jinping dan Vladimir Putin telah lama menjalin kerjasama, terutama dalam menghadapi dominasi Amerika Serikat. Sejak Donald Trump memasuki masa jabatan keduanya, mereka semakin sering berkoordinasi dalam kebijakan. Hal ini menunjukkan adanya kemitraan yang erat antara kedua negara.
Namun, saat melihat data perdagangan, terlihat bahwa terdapat ketidakseimbangan yang cukup besar. Pada tahun 2024, Tiongkok menyumbang 34% dari total perdagangan Rusia. Di sisi lain, Rusia hanya menyumbang 4% dari total perdagangan Tiongkok. Ini menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki posisi yang jauh lebih kuat dalam hubungan perdagangan ini.
Kondisi ini memberikan Xi Jinping banyak kekuatan dan pengaruh atas Putin. Dengan begitu, Tiongkok bisa memanfaatkan posisinya untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dalam berbagai aspek, baik itu politik maupun ekonomi.
Kedua pemimpin ini mungkin terlihat seperti pemimpin yang setara, tetapi realitas perdagangan menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki keunggulan yang signifikan. Inilah yang membuat hubungan mereka menarik untuk diperhatikan di masa depan.
Xi Jinping Vladimir Putin Tiongkok Rusia perdagangan