Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan pengujian darah Theranos, saat ini sedang menjalani hukuman penjara selama 11 tahun karena menipu para investor dengan skema yang melibatkan perusahaan yang dipimpinnya. Sementara itu, pasangannya, Billy Evans, yang juga merupakan ayah dari dua anak mereka, sedang berusaha mengumpulkan dana sebesar 50 juta dolar untuk perusahaan baru yang bergerak di bidang pengujian darah.
Berita ini awalnya direspon oleh pengguna internet dengan skeptis, banyak yang mengira bahwa berita ini merupakan lelucon atau tidak benar. Namun, nyatanya kisah ini sangat nyata. Perusahaan Billy Evans bernama Haemanthus, yang diambil dari nama bunga yang juga dikenal sebagai blood lily, mengklaim sebagai "masa depan diagnostik" dengan "pendekatan baru yang radikal terhadap pengujian kesehatan," seperti dilaporkan oleh The Times.
Deskripsi perusahaan tersebut terdengar sangat mirip dengan apa yang pernah dijanjikan oleh Theranos. Melalui sumber yang tidak disebutkan namanya, NPR melaporkan bahwa Evans telah "mengumpulkan jutaan dolar" sejauh ini, tetapi sebagian besar berasal dari "teman, keluarga, dan pendukung lainnya." Perusahaan ini rencananya akan mulai melakukan pengujian pada hewan peliharaan untuk mendeteksi penyakit sebelum akhirnya beralih ke pengujian pada manusia.
Reaksi dari masyarakat di media sosial menunjukkan ketidakpercayaan terhadap berita ini, dan jujur saja, banyak yang merasa sulit untuk mempercayai bahwa cerita ini benar. Apakah perusahaan baru ini akan berhasil atau hanya mengikuti jejak buruk dari pendahulunya, Theranos? Hanya waktu yang akan menjawab.
Elizabeth Holmes Billy Evans Theranos Haemanthus pengujian darah