Pada tanggal 15 Mei 2025, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, Berry Nahdian Forqan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap proses hukum yang sedang berlangsung terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernama Mama Khas Banjar. Menurut Berry, proses tersebut dianggap tidak sesuai dengan kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan untuk mengembangkan usaha rakyat.
Berry menegaskan bahwa dari awal ia dan timnya mencermati proses ini, dan merasa ada banyak kejanggalan serta upaya memaksakan proses hukum tersebut. Ia mempertanyakan mengapa pihak kepolisian begitu bersikeras menindak UMKM tersebut. "Ini menimbulkan pertanyaan besar, mengapa mereka begitu ngotot. Apakah ada motif tertentu?" ujar Berry dengan tegas.
Selain itu, Berry menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Daerah seharusnya lebih fokus dalam membina dan memfasilitasi keberadaan UMKM agar bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Kritik ini muncul di tengah-tengah perhatian publik terhadap pentingnya mendukung usaha kecil dan menengah sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional. PDI Perjuangan, partai politik tempat Berry berafiliasi, secara konsisten menyuarakan pentingnya keberpihakan kepada rakyat dan usaha kecil.
Dengan adanya kritik ini, diharapkan pihak berwenang dapat meninjau kembali proses hukum yang sedang berlangsung dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar mendukung pengembangan usaha rakyat, bukan justru menghambatnya.
UMKM PDI Perjuangan Kalimantan Selatan proses hukum Mama Khas Banjar