Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pria di Hong Kong Dituduh Membunuh Bayi, Mengaku Anak Lebih Besar Sering Melukai

Seorang pria berusia 32 tahun, Imran Hossain, di Hong Kong, didakwa atas tuduhan membunuh bayi berusia tujuh minggu yang meninggal dunia pada tahun 2019. Dalam persidangan, Imran mengaku bahwa ia dan istrinya mengalami kesulitan dalam mengurus anak kecil mereka. Ia mengatakan bahwa anak sulung mereka, Farhan, yang berusia sekitar dua tahun saat itu, sering kali merasa iri terhadap adiknya, Iyman, yang baru lahir pada Juli tahun tersebut.

Menurut pengakuan Imran kepada polisi, Farhan sering kali berusaha menarik perhatian orang tua dengan cara yang tidak normal. Ia menyebutkan bahwa Farhan pernah menjatuhkan adiknya ke lantai dan sering kali mencoba menggigitnya saat bayi itu sedang disusui. Imran menyatakan bahwa perilaku tersebut muncul karena rasa cemburu anak sulungnya terhadap kehadiran adik barunya.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut dinamika keluarga dan bagaimana perasaan anak-anak yang merasa diabaikan saat keluarga mengalami perubahan besar, seperti kelahiran anggota keluarga baru. Pengadilan di Hong Kong akan terus memproses kasus ini dan mencari keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya pengawasan dan perhatian orang tua terhadap perilaku anak-anak, terutama saat ada anggota keluarga baru yang masuk. Perlu diingat juga bahwa kasus ini masih dalam proses hukum dan semua pihak harus menunggu hasil pengadilan untuk memastikan keadilan ditegakkan.

library_books Scmpnews