Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Presiden Ramaphosa Kritik Keras kepada Warga Afrika Selatan yang Pindah ke AS

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menuding sekelompok warga Afrika Selatan berkulit putih yang pindah ke Amerika Serikat sebagai 'pengecut'. Mereka baru saja tiba di AS setelah Presiden Donald Trump memberi mereka status pengungsi, karena mereka merasa mengalami diskriminasi rasial di tanah air. Ramaphosa mengatakan bahwa orang-orang tersebut tidak puas dengan usaha pemerintah untuk mengatasi ketidakadilan masa lalu selama era apartheid. Dia yakin mereka akan kembali ke Afrika Selatan karena tidak ada negara lain yang seindah dan semenarik negara mereka. Banyak orang di dunia tahu bahwa Afrika Selatan pernah mengalami masa sulit selama apartheid, tapi sejak lebih dari 30 tahun lalu, negara ini mulai melakukan berbagai reformasi untuk menjadi lebih baik. Presiden Ramaphosa menegaskan bahwa warga yang meninggalkan negara mereka karena merasa tidak bahagia, sebenarnya akan merindukan tanah air mereka dan kembali suatu saat nanti. Dalam berita ini, perlu diketahui bahwa klaim tentang 'genosida kulit putih' di Afrika Selatan yang dikatakan oleh Trump dan Elon Musk, telah ditolak oleh pengadilan di negara tersebut. Mereka berdua menyatakan bahwa ada upaya untuk menuduh Afrika Selatan melakukan kekerasan terhadap warga kulit putih, tetapi hal itu dibantah secara hukum. Saat ini, sekitar 59 orang dari kelompok yang pindah ke AS itu telah tiba dan mengajukan permohonan suaka karena merasa takut akan perlakuan diskriminatif. Presiden Ramaphosa berharap bahwa warga Afrika Selatan tetap bangga dan percaya bahwa negara mereka akan terus berkembang dan menjadi tempat yang aman dan adil untuk semua warga.

library_books Bbcnews