Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yulian Gunhar, mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di kawasan industri, khususnya di industri nikel. Hal ini disampaikan setelah terjadi sejumlah kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja luka berat dan meninggal dunia.
Dalam sepekan terakhir, ada tiga kecelakaan tragis yang menimpa pekerja di dua perusahaan besar, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS). Kedua perusahaan ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yang menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi Indonesia.
"Sudah saatnya pemerintah, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melakukan audit menyeluruh terhadap smelter-smelter nikel, terutama yang masuk dalam PSN. Jangan sampai pembangunan ekonomi dibayar dengan nyawa para pekerja," tegas Yulian Gunhar.
Yulian juga menambahkan bahwa kejadian berulang kali kecelakaan kerja di kawasan industri menunjukkan adanya masalah serius dalam penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menilai, lemahnya pengawasan dan pelaksanaan standar keselamatan menjadi penyebab utama dari insiden-insiden tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam industri, terutama di sektor yang memiliki risiko tinggi seperti industri nikel. Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan tindakan nyata agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kecelakaan kerja di kawasan industri bukan hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan keadilan sosial. Masyarakat dan pekerja menuntut agar pihak berwenang lebih tegas dan memastikan standar keselamatan diterapkan secara ketat di seluruh kawasan industri di Indonesia.
DPR RI keselamatan kerja industri nikel kecelakaan kerja PSN PT Virtue Dragon PT Obsidian Stainless Steel