Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perang Talent di Amerika Berubah Jadi Perang Melawan Karyawan

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat sedang mengalami perubahan besar dalam cara mereka memperlakukan pekerja. Dulu, bos-bos sering memuji pekerja sebagai aset terpenting dan bahkan menimbun banyak pegawai sebelum ada cukup pekerjaan. Tapi sekarang, suasana berubah. Dengan kondisi ekonomi yang tidak pasti, para eksekutif perusahaan tidak ragu-ragu lagi untuk menyuruh pekerja bekerja lebih keras dan merasa bersyukur masih punya pekerjaan.

Contohnya, Emma Grede, salah satu pendiri perusahaan pakaian bernama Skims dan kepala eksekutif perusahaan Good American, mengatakan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan lagi tanggung jawab perusahaan. Ia menyatakan bahwa itu menjadi masalah pekerja sendiri.

Selain itu, Jamie Dimon, CEO dari JPMorgan, dalam sebuah pertemuan internal yang tidak resmi, mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan peraturan baru yang mengharuskan karyawan kembali ke kantor. Ia bahkan mengatakan bahwa ia sudah bekerja tujuh hari seminggu sejak pandemi Covid-19, dan merasa heran karena banyak pekerja lain tidak hadir.

Perubahan nada dan sikap ini menandakan bahwa kekuasaan beralih dari perusahaan ke pekerja. Banyak pekerja merasa kekurangan pekerjaan dan mulai kehilangan fasilitas serta hak mereka di tempat kerja. Seperti Donnie Donselman, seorang pekerja di bidang teknologi, yang merasa bahwa banyak perusahaan sekarang meminta pekerja melakukan banyak tugas sekaligus, bahkan seperti melakukan tiga pekerjaan dalam satu posisi.

Donselman juga memperhatikan bahasa yang digunakan oleh para CEO. Ia merasa bahwa kata-kata keras dan penuh ancaman justru membuat pekerja takut, dan hal itu tidak bagus untuk hasil kerja. Ia berharap perusahaan bisa lebih memahami dan menghargai pekerja, bukan membuat mereka takut.

Perubahan ini menunjukkan bahwa saat ini, perusahaan lebih fokus pada menekan dan mengontrol pekerja, sementara pekerja harus berjuang mempertahankan hak mereka. Semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan baru membuat banyak pekerja merasa khawatir dan tidak nyaman dengan kondisi kerja saat ini.

library_books Wsj