DEN HAAG – Puluhan ribu orang, sebagian besar mengenakan pakaian merah, menggelar demonstrasi di Den Haag, Belanda, pada akhir pekan lalu. Mereka menuntut pemerintah Belanda untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap Israel terkait situasi di Gaza. Para peserta demonstrasi datang dari berbagai daerah di Belanda dan berkumpul di sebuah lahan terbuka yang besar di pusat kota.
Dalam sebuah aksi protes yang panjang, mereka berjalan menuju Friedenspalast, yang merupakan lokasi dari Mahkamah Internasional. Di sana, kasus pembunuhan massal yang melibatkan Israel sedang diproses. Menurut laporan media lokal, jumlah peserta mencapai hingga 70.000 orang, sementara para penyelenggara mengklaim bahwa jumlahnya lebih dari 100.000, menjadikannya sebagai demonstrasi terbesar di Belanda dalam waktu 20 tahun terakhir.
Sebelumnya, pemerintah Belanda telah meminta kepada Uni Eropa untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap Israel. Menteri Luar Negeri Caspar Veldkamp menyatakan bahwa Israel telah melanggar prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia dengan memblokir bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.
Demonstrasi ini diorganisir oleh berbagai organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia, termasuk Amnesty International dan Doctors Without Borders. Para demonstran mengenakan pakaian merah sebagai simbol untuk menandai garis merah bagi pemerintah Belanda. Mereka berharap pemerintah tidak hanya memberikan pernyataan diplomatik, tetapi juga mengancam Israel dengan konsekuensi nyata atas tindakan di Gaza.
Aksi ini menunjukkan kepedulian masyarakat Belanda terhadap situasi yang terjadi di Gaza dan mendesak pemerintah mereka untuk bertindak lebih tegas dalam menanggapi situasi tersebut.
Den Haag demonstrasi Israel Gaza pemerintah Belanda