Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Peningkatan Penolakan Visa Imigrasi di AS

Sejak akhir Januari, Ryan Helgeson, seorang pengacara imigrasi yang berbasis di Chicago, telah memperhatikan sebuah tren yang tidak biasa. Ia mengalami peningkatan penolakan yang signifikan dari Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) saat mengajukan petisi visa kerja atas nama klien-kliennya yang berasal dari luar negeri.

Helgeson bekerja di McEntee Law Group, yang mewakili pekerja teknologi yang berharap bisa pindah atau tetap tinggal di AS melalui visa yang diberikan untuk pekerjaan khusus atau kemampuan luar biasa. Rata-rata, firma Helgeson mengajukan antara 50 hingga 75 petisi visa setiap bulannya. Angka ini bisa meningkat hingga 90 petisi per bulan saat musim H-1B, di mana pengusaha mengikuti undian untuk visa bagi pekerja asing, dan kandidat kemudian mengajukan petisi resmi.

Selama bertahun-tahun menjalani praktik hukum, Helgeson dan timnya terkadang menerima permintaan tambahan bukti atau RFE (Request for Evidence) dari USCIS sebagai bagian dari proses penyaringan aplikasi. Namun, sejak Donald Trump menjabat dan mulai memperketat kebijakan imigrasi, Helgeson mengungkapkan bahwa ada "peningkatan yang nyata dalam jumlah dan laju RFE" pada petisi visa yang dia ajukan.

Tiga pengacara imigrasi lainnya juga mengonfirmasi hal ini kepada WIRED. Apakah klien mereka mengajukan visa H-1B, visa kemampuan luar biasa O-1, visa antar perusahaan bagi warga asing yang ingin pindah ke kantor di AS, atau visa khusus untuk pedagang dan investor, USCIS telah meminta lebih banyak informasi dari para pemohon.

Menurut para pengacara imigrasi, hal ini termasuk lebih banyak permintaan untuk surat dukungan, sertifikat pendidikan, dan data biometrik. Beberapa penolakan didasarkan pada "informasi yang merugikan" tentang pemohon atau pemohon yang gagal memperbarui alamat mereka. Namun, RFE lainnya terkesan redundan, meminta informasi yang sebenarnya sudah diberikan. Dalam beberapa kasus, para pengacara kesulitan untuk menentukan informasi apa lagi yang mungkin dicari USCIS.

Peningkatan ini menunjukkan tantangan yang semakin besar bagi para pekerja asing yang ingin mengajukan visa kerja di Amerika Serikat.

library_books Wired