Jakarta - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Ipul, mengumumkan bahwa sebanyak 65 sekolah rakyat akan siap beroperasi pada tahun ini. Sekolah-sekolah ini ditujukan untuk menampung sekitar 6.800 siswa dari keluarga miskin di Indonesia.
Jumlah sekolah rakyat yang akan dibuka ini meningkat dari 53 titik yang sebelumnya direncanakan. Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini masih ada sekitar 35 titik tambahan yang sedang dalam proses evaluasi. "Sekarang terus berproses, masih ada sekitar 35 lagi yang sedang didalami dan kemungkinan lebih dari 30 dinyatakan layak," kata Gus Ipul usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (21/5/2025).
Jika Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan bahwa 35 titik tambahan ini layak, maka jumlah siswa yang bisa bersekolah di sekolah rakyat dapat mencapai hingga 10.000 siswa. Gus Ipul menambahkan, Kemensos bersama Kementerian PU sedang bekerja keras untuk memenuhi target 100 titik sekolah rakyat yang diharapkan dapat beroperasi pada bulan Juli 2025.
"(Tiap) Sekolah Rakyat ada yang menampung 100 siswa, ada yang masih 50 siswa. Mudah-mudahan kita masih bisa menambah lebih dari 65," ungkapnya.
Sekolah rakyat adalah inisiatif untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya sekolah ini, diharapkan anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Dengan semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Sekolah Rakyat Menteri Sosial Saifullah Yusuf siswa miskin