Jakarta, 22 Mei 2025 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bulan April 2025 berhasil mencatat surplus sebesar Rp4,3 triliun. Capaian ini menjadi berita baik bagi ekonomi Indonesia, setelah mengalami defisit selama tiga bulan berturut-turut dari Januari hingga Maret 2025.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-18, Sri Mulyani menyampaikan bahwa realisasi penerimaan negara menunjukkan tren yang positif. Penerimaan negara mencapai Rp810,5 triliun, yang setara dengan 27% dari target yang ditetapkan dalam APBN. Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp806,2 triliun, atau 22,3% dari target APBN.
"Kami akan terus menjaga APBN sebagai instrumen yang mampu menstabilkan ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendorong daya beli dan dunia usaha di Indonesia," kata Sri Mulyani. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi di tengah berbagai tantangan.
Surplus APBN ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha. Pemerintah berupaya agar APBN tetap berfungsi sebagai penyangga dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembahasan ini, masyarakat dapat menyaksikan program Market Review bersama Prasetyo Wibowo yang akan ditayangkan pada Rabu, 21 Mei 2025, pukul 22.00 – 22.30 WIB di IDX Channel. Program ini dapat disaksikan melalui berbagai saluran televisi dan juga secara live streaming di www.idxchannel.com.
APBN surplus Sri Mulyani ekonomi belanja negara