Setelah hampir tiga bulan mengalami blokade, bantuan kemanusiaan akhirnya kembali masuk ke Jalur Gaza. Menurut informasi dari Israel, pada hari Minggu, bantuan yang sangat diperlukan untuk penduduk yang menderita di Gaza telah diizinkan masuk. Hal ini terjadi setelah adanya tekanan internasional yang kuat.
Fletcher, Koordinator Bantuan Darurat PBB, menyatakan bahwa pengizinkan bantuan "terbatas" oleh Israel adalah perkembangan yang "disambut baik, namun perlu dilanjutkan". Meskipun demikian, Fletcher menambahkan bahwa ini adalah "tetesan di lautan" mengingat krisis kelaparan yang sudah terjadi di kawasan tersebut.
Israel menjelaskan bahwa mereka mengizinkan bantuan makanan dasar untuk mencegah terjadinya krisis kelaparan di Gaza. Namun, menurut laporan dari organisasi bantuan, krisis kelaparan sudah berlangsung di kawasan itu.
Blokade yang dilakukan Israel berlangsung selama sebelas minggu, dengan alasan bahwa organisasi teroris Hamas akan menjual kembali barang bantuan untuk membiayai para pejuang dan persenjataan mereka.
Kembalinya bantuan ini mendapat kritik tajam di tingkat internasional. Katzer, Direktur Eksekutif Doctors Without Borders, mengatakan dalam sebuah program berita bahwa tindakan ini hanyalah sebuah alasan untuk menghindari tuduhan bahwa mereka membiarkan penduduk Gaza mati kelaparan. Menurutnya, pengembalian bantuan ke Gaza terlihat sangat tidak tulus.
Hingga saat ini, Israel telah mengizinkan 93 truk bantuan untuk memasuki Gaza, tetapi menurut PBB, jumlah tersebut masih sangat minim. Juru bicara PBB, Dujarric, menyatakan bahwa banyak barang bantuan masih terjebak di area yang dikendalikan oleh Israel dan belum sampai ke tangan penduduk yang membutuhkan.
Banyak negara semakin tidak mau menerima tindakan Israel. Kallas, diplomat senior Uni Eropa, mengungkapkan bahwa "mayoritas besar" menteri luar negeri Uni Eropa ingin meninjau kembali kesepakatan kemitraan dengan Israel. Negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Kanada bahkan mengancam akan mengambil "tindakan konkret", termasuk sanksi, terhadap Israel.
Kondisi di Gaza masih sangat memprihatinkan, dan banyak pihak berharap agar bantuan yang masuk dapat membantu meringankan penderitaan penduduk di kawasan tersebut.
bantuan Gaza Israel blokade PBB kritik