Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Siapa Dibalik Logo Dönerman yang Terkenal di Jerman?

Lebih dari satu miliar döner dijual setiap tahun di Jerman. Dari hampir setiap kantong döner, kita melihat sosok Dönerman dengan topi koki, kumis, dan daging döner yang besar. Namun, selama ini, tidak ada yang tahu siapa yang menggambar logo ikonik tersebut.

Podcast ARD "Döner Papers" baru-baru ini mengungkapkan identitas seniman di balik logo tersebut dan mengapa ia memilih untuk tidak mengungkapkannya selama bertahun-tahun. Setelah tiga tahun melakukan penyelidikan, jejaknya mengarah ke Düsseldorf, ke seorang desainer grafis pensiunan bernama Mehmet Unay. Pada tahun 1987, Unay bekerja di sebuah perusahaan perjalanan Turki dan menerima beberapa pekerjaan kecil dari komunitas Turki.

Salah satu kliennya meminta untuk membuat flyer untuk sebuah restoran Turki baru. "Logo döner itu muncul sebagai salah satu dari banyak tugas yang saya terima, dan anggarannya sangat terbatas," kenang Unay. "Kami tidak bermaksud untuk menciptakan logo yang terkenal. Itu hanya pekerjaan yang mengisi waktu."

Untuk menghemat usaha, Unay menggunakan katalog gambar yang sudah ada. Ia hanya menemukan gambar seorang koki terkenal yang sedang memegang daging panggang. Dalam versinya, Unay mengganti daging panggang dengan pisau panjang dan menambahkan daging döner. Kemudian, orang lain menambahkan tulisan "Döner Kebab" di logo tersebut.

Setelah itu, Unay tidak memikirkan logo tersebut selama bertahun-tahun, hingga akhirnya menyebar ke seluruh Jerman dan mencapai status ikonik. Namun, meskipun logo tersebut menjadi terkenal, Unay tetap enggan mengklaimnya sebagai karyanya sendiri, karena ia merasa itu adalah hasil kerja sama beberapa orang. Itulah sebabnya ia tidak pernah mengungkapkan identitasnya secara publik.

Meskipun begitu, beberapa orang yang tidak ada hubungannya dengan logo atau döner terus mendaftarkan ilustrasi tersebut di Kantor Paten dan Merek Dagang Jerman. Mereka ingin mengamankan hak atas logo untuk produk tertentu seperti kaos, cangkir, atau grafik cetak. Namun, Unay tidak merasa terganggu dengan hal ini. "Semua ini sudah lama berlalu. Saya hanya senang banyak orang mengenal dan mencintai sesuatu yang saya ciptakan," ujarnya dengan bangga.

library_books Tagesschau