Jakarta, 24 Mei 2025 - Banyak pengguna awal headset Vision Pro dari Apple merasakan kekecewaan setelah menghabiskan uang sebanyak $3,500 atau sekitar 52 juta rupiah. Mereka mengaku perangkat tersebut hanya menjadi barang yang mengumpulkan debu di rumah.
Dustin Fox, salah satu pengguna, mengungkapkan, "Ini hanya mengumpulkan debu. Saya rasa saya hanya menggunakannya empat kali dalam setahun terakhir." Headset yang terlihat seperti kacamata ski futuristik itu kini tersimpan di dalam kotak bersama perangkat lain yang sudah tidak digunakan.
Vision Pro diluncurkan pada Februari 2024 dengan banyak janji dan harapan. Produk ini menjadi rilis besar pertama Apple dalam beberapa tahun. Perangkat ini memungkinkan pengguna untuk melihat melalui layar dan bukan hanya melihat ke arahnya. Pengguna juga dapat mengetik di udara. Namun, kenyataannya, banyak pengguna yang mengatakan bahwa mereka hanya menerima tatapan aneh dari orang lain dan merasakan nyeri di leher setelah menggunakannya. Kini, perangkat ini menjadi pengingat sehari-hari akan kesalahan keputusan mereka.
Sampai saat ini, belum ada produsen dalam industri realitas virtual yang berhasil menarik minat banyak orang untuk menggunakan teknologi ini. Apple sendiri belum mengungkapkan berapa banyak perangkat yang telah terjual. Perusahaan tersebut juga menghadapi kesulitan dalam menarik pengembang untuk membuat aplikasi untuk Vision Pro, yang mengancam kesuksesan produk ini.
Tovia Goldstein, pengguna lain, awalnya sangat bersemangat untuk menggunakan headset ini menonton film dan acara TV. Namun, ia akhirnya merasa perlu istirahat setelah menggunakannya. "Saya kadang-kadang berpikir untuk mengeluarkan headset itu dari lemari dan membersihkannya untuk melihat apakah ada aplikasi baru yang ditambahkan. Namun, rasa sakit di leher yang saya rasakan, ditambah dengan waktu lama yang dibutuhkan untuk menghubungkan baterai dan menunggu perangkat menyala, membuat saya berpikir dua kali," ungkap Goldstein.
Goldstein juga menambahkan, "Saya tidak merekomendasikan siapa pun untuk membelinya, kecuali jika Anda sangat kaya dan tidak tahu harus berbuat apa dengan uang Anda."
Dengan berbagai keluhan yang ada, masa depan headset Vision Pro di pasar teknologi masih menjadi tanda tanya. Masyarakat berharap Apple dapat memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi para penggunanya.
Apple Vision Pro headset kekecewaan teknologi