Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

19 Tahun Tragedi Lumpur Panas Lapindo: Kenangan yang Tak Terlupakan

Sudah 19 tahun berlalu sejak tragedi kelam semburan lumpur panas Lapindo pertama kali terjadi. Peristiwa ini tidak hanya dianggap sebagai bencana korporasi, tetapi juga merupakan tragedi kemanusiaan akibat kelalaian dalam praktik industri ekstraktif. Hingga hari ini, semburan lumpur panas itu belum benar-benar berhenti, masih terus memuntahkan cairan berlumpur berwarna hitam pekat dengan suhu tinggi dan bau gas yang menyengat. Semburan ini menjadi simbol luka yang belum sembuh bagi masyarakat yang terkena dampaknya.

Lumpur Lapindo menjadi potret nyata betapa dahsyatnya daya rusak industri tambang ketika tidak dikendalikan oleh regulasi yang berpihak pada keselamatan rakyat dan lingkungan. Akibat dari tragedi ini sangat masif, sekitar 45 ribu jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa meninggalkan lebih dari 10 ribu unit rumah yang tersebar di 16 desa di tiga kecamatan, yaitu Porong, Jabon, dan Tanggulangin. Ini merupakan sebuah pemusnahan ruang hidup yang berlangsung dalam diam, namun menyisakan duka yang mendalam dan perlawanan yang terus menyala.

Untuk mengenang tragedi ini, akan diadakan sebuah acara peringatan di Tanggul, Lumpur Lapindo, Porong pada 29 Mei 2025, dimulai pukul 10.00 WIB. Masyarakat diundang untuk hadir dan turut menyuarakan bahwa Lapindo bukan sekedar bencana, tetapi merupakan monumen salah urus tata ruang, pengabaian keselamatan hidup rakyat, dan bukti berbahayanya industri ekstraktif.

Tragedi ini mengingatkan kita semua akan pentingnya regulasi dan perhatian terhadap keselamatan lingkungan dan masyarakat. Mari kita bersama-sama berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

library_books Walhijatim