Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Aksi Hari Anti Tambang 2025 untuk Melawan Ekstraktivisme

Samarinda, 28 Mei 2025 – Pada tanggal 29 Mei 2025, kita akan memperingati 19 tahun terjadinya tragedi lumpur Lapindo di Porong, Jawa Timur. Peristiwa ini menjadi pengingat akan dampak buruk dari kegiatan tambang yang tidak terencana dan merusak lingkungan. Tragedi ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi ekstraktif dapat menyebabkan kerusakan yang meluas dan berkelanjutan.

Sistem ekstraktivisme, yang berfokus pada pengambilan sumber daya alam secara berlebihan, telah terbukti menyebabkan banyak masalah. Dari kerusakan lingkungan, peningkatan kemiskinan di sekitar area tambang, hingga bahkan hilangnya nyawa. Meskipun banyak bukti menunjukkan dampak negatif dari ekstraktivisme, pemerintah masih memilih untuk melanjutkan sistem ini dengan dukungan regulasi yang memperkuat kekerasan.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap situasi ini, pada tanggal 28 Mei 2025, akan diadakan aksi sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 2025. Aksi ini mengajak semua orang untuk bersatu menyuarakan penolakan terhadap ekstraktivisme yang dianggap sebagai "sistem bunuh diri". Kegiatan ini akan berlangsung di depan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, dimulai pada pukul 09.30 Wita hingga selesai.

Tema dari aksi ini adalah "Melawan Ekstraktivisme, Merawat Hidup dan Menyatukan Perlawanan". Peserta diharapkan dapat menyampaikan orasi dan dukungan mereka untuk menghentikan praktik ekstraktif yang merusak. Aksi ini bukan hanya untuk mengenang tragedi lumpur Lapindo, tetapi juga untuk mendorong masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya alam kita.

Dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi, diharapkan peringatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya dari ekstraktivisme dan menggerakkan banyak orang untuk bersama-sama menjaga bumi kita. Mari kita bersatu dan berbicara untuk masa depan yang lebih baik.

library_books Samarinda Melawan