Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengumumkan bahwa Operasi Sindoor, yang diluncurkan pada awal Mei, untuk menghancurkan target-target teroris di Pakistan, belum berakhir. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat antara India dan Pakistan.
Ketegangan antara kedua negara mulai meningkat setelah terjadi serangan bersenjata di dekat kota Pahalgam pada tanggal 22 April, yang mengakibatkan 26 orang tewas. Serangan tersebut diklaim oleh kelompok pemberontak Front Perlawanan, yang memiliki hubungan dengan kelompok teroris. India menyalahkan Pakistan atas serangan yang telah menewaskan banyak warganya.
Pada tanggal 7 Mei, India melakukan serangan rudal ke Pakistan sebagai bagian dari Operasi Sindoor. Menurut laporan, serangan ini menyebabkan sedikitnya 31 orang tewas di pihak Pakistan. Meskipun setelah serangan tersebut, kedua negara setuju untuk melakukan gencatan senjata pada tanggal 10 Mei, ketegangan tetap berlanjut.
Sejak gencatan senjata, kedua negara saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut. Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran di wilayah tersebut, di mana masyarakat terus berharap agar perdamaian dapat terwujud.
Dengan operasi yang masih berlangsung dan pernyataan tegas dari Perdana Menteri Modi, jelas bahwa konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Masyarakat internasional terus memantau situasi ini dengan penuh perhatian, berharap agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan perbedaan mereka dengan cara damai.
PM Modi Operasi Sindoor India Pakistan terorisme