Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penelitian: Invasi Genghis Khan Kurangi Emisi Karbon di Atmosfer

Peneliti baru-baru ini menemukan bahwa kampanye militer Genghis Khan mengurangi sekitar 700 juta ton karbon di atmosfer. Penemuan ini merupakan hasil dari dampak tidak langsung akibat depopulasi massal yang terjadi selama invasi. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal The Holocene oleh Departemen Ekologi Global di Carnegie Institution.

Invasi Mongol yang berlangsung dari tahun 1200 hingga 1380 Masehi diperkirakan telah menyebabkan kematian sekitar 30 persen dari 115 juta orang yang ditemui oleh pasukan tersebut di seluruh Asia. Akibat depopulasi besar-besaran ini, sekitar 142.000 kilometer persegi lahan pertanian ditinggalkan dan kemudian kembali menjadi hutan. Proses reforestasi ini berhasil menyerap 684 juta ton karbon dioksida, yang menciptakan pengurangan atmosfer global sekitar 0.183 bagian per juta.

Peneliti utama, Julia Pongratz, membandingkan temuan ini dengan peristiwa penurunan populasi besar lainnya, seperti Wabah Hitam di Eropa, penaklukan benua Amerika, dan jatuhnya Dinasti Ming di China. "Selama invasi Mongol, ada cukup waktu bagi hutan untuk tumbuh kembali dan menyerap jumlah karbon yang signifikan," ujar Pongratz. Ia menambahkan bahwa durasi hampir dua abad dari ekspansi Mongol memungkinkan pemulihan lingkungan yang lebih substansial dibandingkan dengan bencana demografis yang lebih singkat.

Jumlah karbon yang terserap selama periode Mongol setara dengan sekitar satu tahun konsumsi bensin global saat ini. Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun invasi Mongol merupakan kasus pertama yang tercatat dari pendinginan global yang disebabkan manusia, efek ini bersifat sementara dan kemungkinan terlalu kecil untuk terdaftar dalam catatan inti es Antartika.

library_books Science