Pada hari Minggu, kapal yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC) berangkat dari Sisilia menuju Jalur Gaza. Kapal ini membawa bantuan "simbolis" untuk mendobrak blokade Israel terhadap wilayah Palestina.
Kapal yang bernama Madleen ini mengangkut 12 orang kru, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, aktor dari serial Game of Thrones Liam Cunningham, dan anggota Parlemen Eropa Franco-Palestina Rima Hassan. Diperkirakan, perjalanan ini akan memakan waktu sekitar tujuh hari untuk mencapai Gaza.
FFC menjelaskan bahwa kapal tersebut membawa pasokan yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza, seperti susu formula bayi, tepung, beras, popok, produk kesehatan wanita, alat desalinasi air, perlengkapan medis, kruk, dan prostetik untuk anak-anak. Namun, jumlah bantuan ini dianggap "terbatas, meskipun simbolis".
Dalam sebuah konferensi pers di pelabuhan Catania, Thunberg menyatakan, "Kami melakukan ini karena tidak peduli seberapa sulitnya, kami harus terus berusaha. Karena saat kami berhenti berusaha, saat itulah kami kehilangan kemanusiaan kami."
Thunberg juga menekankan, "Tidak peduli seberapa berbahayanya misi ini, itu tidak ada bandingnya dengan keheningan seluruh dunia ketika menyaksikan kehidupan yang sedang mengalami genosida."
Namun, beberapa komentator dari Amerika dan Israel mengkritik Thunberg dan para aktivis lainnya, bahkan ada yang mengeluarkan ancaman terhadap keselamatan mereka. Senator AS Lindsey Graham membagikan artikel tentang flotilla tersebut dari Times of Israel dan menulis di X: "Semoga Greta dan teman-temannya bisa berenang!"
Seorang pengacara hak asasi manusia internasional yang berbasis di Israel, Arsen Ostrovsky, menyebut Thunberg sebagai "little Jihadi" dan menyatakan betapa sedihnya jika sesuatu terjadi pada flotilla tersebut. Namun, ia kemudian menghapus postingan tersebut.
Setelah larangan total selama 11 minggu terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, Israel pada 19 Mei lalu mengizinkan pengiriman bantuan UN yang terbatas serta skema distribusi bantuan yang didukung oleh AS. Namun, skema ini ditolak oleh PBB karena dianggap diskriminatif dan tidak dapat dilaksanakan.
Pada hari Minggu, pasukan Israel dilaporkan menewaskan setidaknya 32 orang yang mencoba mendapatkan bantuan melalui skema baru ini di Gaza, sementara banyak lainnya mengalami luka-luka.
Kapal Madleen bantuan Gaza Greta Thunberg aktivis Freedom Flotilla Coalition