Profesor dan penulis Shibley Telhami mengungkapkan keprihatinannya melalui media sosial pada hari Minggu, 8 Juni 2025. Ia menyoroti komentar yang dibuat bulan lalu oleh Zvi Sukkot, seorang anggota Knesset Israel. Sukkot menyatakan, "Tadi malam, kami membunuh hampir seratus warga Gaza... Tidak ada yang peduli lagi... Semua orang sudah terbiasa dengan ide bahwa kita bisa membunuh 100 warga Gaza dalam satu malam... Dan tidak ada yang peduli di dunia ini."
Telhami menilai komentar tersebut sebagai pengingat yang mengerikan di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Gaza. Pernyataan Sukkot ini menimbulkan banyak reaksi dan kritik dari berbagai kalangan, terutama terkait dengan jumlah korban jiwa yang terus meningkat di Gaza.
Menurut sumber medis di rumah sakit setempat, setidaknya 31 orang telah tewas akibat serangan pasukan Israel di Jalur Gaza pada hari Minggu. Angka ini meningkat dari 21 kematian yang dilaporkan sebelumnya.
Di antara korban, setidaknya 13 warga Palestina ditembak dan dibunuh dekat titik distribusi bantuan yang dioperasikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza. Sekitar 100 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang sama.
Perang yang berlangsung di Gaza telah menimbulkan penderitaan yang sangat besar bagi penduduk sipil. Banyak keluarga kehilangan anggota mereka, dan kebutuhan akan bantuan kemanusiaan semakin mendesak. Komentar Sukkot yang seolah meremehkan nyawa manusia semakin menambah kepedihan yang dirasakan oleh banyak orang.
Krisis di Gaza memerlukan perhatian global agar tercipta perdamaian dan penyelesaian yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap nyawa sangat berharga dan harus dihargai.
Shibley Telhami Knesset Israel Gaza perang korban