Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan bahwa ia akan mengerahkan 2.000 anggota National Guard ke kawasan Los Angeles. Keputusan ini diambil setelah terjadinya kerusuhan terkait penegakan hukum imigrasi oleh Immigration Customs Enforcement (ICE) terhadap para imigran yang tidak berdokumen.
Kerusuhan ini dipicu oleh tindakan ICE yang semakin sering melakukan penangkapan. Dalam sebulan terakhir, pemerintahan Trump meminta agen federal untuk menangkap hingga 3.000 orang setiap harinya. Hal ini membuat banyak warga, terutama yang tinggal di distrik Paramount yang mayoritas Latino, merasa terancam dan marah.
Menurut laporan, beberapa bentrokan antara warga dan agen ICE telah terjadi. Dalam beberapa insiden, pihak berwenang menggunakan gas air mata dan amunisi yang tidak mematikan untuk mengendalikan situasi. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya ketegangan yang terjadi di lapangan.
Meskipun National Guard biasanya berada di bawah komando negara bagian, ada mekanisme hukum yang memungkinkan presiden untuk mengaktifkan mereka dalam situasi tertentu, seperti yang terjadi sekarang. Dalam hal ini, Trump menyatakan bahwa ia berterima kasih kepada National Guard "atas pekerjaan yang baik" setelah keputusan ini diambil.
Namun, Gubernur California, Gavin Newsom, mengkritik langkah Trump dan menyebutnya "provokatif dan berbahaya". Ia khawatir tindakan ini hanya akan memperburuk situasi dan menciptakan lebih banyak ketegangan di antara warga.
Keputusan ini diambil dalam konteks meningkatnya ketegangan seputar isu imigrasi di Amerika Serikat, terutama di kalangan komunitas Latino. Banyak yang merasa bahwa tindakan pemerintah ini tidak adil dan menciptakan ketakutan di masyarakat.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini mengenai protes dan situasi di Los Angeles, Anda dapat mengikuti berita dari berbagai sumber terpercaya.
Trump National Guard Los Angeles imigrasi kerusuhan