Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pidato Soekarno di PBB Diakui UNESCO Sebagai Warisan Dunia

Pada tanggal 30 September 1960, Presiden Soekarno menyampaikan pidato berjudul "To Build the World Anew" di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pidato ini baru-baru ini diakui sebagai warisan memori dunia atau Memory of the World (MoW) oleh UNESCO. Pengakuan ini dilakukan dalam sidang pleno Executive Board UNESCO yang berlangsung pada 10-24 Mei 2023.

Pidato "To Build the World Anew" dinilai sangat monumental dan memiliki dampak besar dalam sejarah internasional. Dalam pidato tersebut, Presiden Soekarno mengemukakan ide-ide yang bersifat internasional, menjelaskan pentingnya membangun kembali dunia. Hal ini disebabkan oleh kebangkitan kemerdekaan di negara-negara Asia-Afrika yang berjuang melawan kolonialisme dan imperialisme.

Teks pidato tersebut terdiri dari 28 halaman, dan menariknya, Presiden Soekarno menyebutkan Pancasila sebanyak 23 kali. Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan lima pilar negara yang tidak terpengaruh oleh gagasan dari Manifesto Komunis atau Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, yang merupakan dasar bagi negara-negara besar di Barat pada saat itu.

Lebih lanjut, Presiden Soekarno menjelaskan pemikirannya tentang nasionalisme, perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme, solidaritas antar bangsa, keadilan sosial, kebijakan koeksistensi, serta perlucutan senjata secara damai. Ia juga menekankan pentingnya penguatan PBB dan menetapkan Pancasila sebagai alternatif bagi dunia.

Pidato ini memberikan inspirasi yang kuat bagi para pemimpin negara-negara berkembang dalam perjuangan mereka melawan penindasan dan menciptakan keadilan di kancah internasional. Selain itu, pidato ini mendorong negara-negara lain untuk lebih aktif dalam menciptakan perdamaian dan kesetaraan di dunia, yang terwujud dalam Gerakan Non-Blok yang diadakan pada tahun 1961.

Dengan pengakuan dari UNESCO ini, pidato Soekarno bukan hanya menjadi bagian dari sejarah Indonesia, tetapi juga menjadi warisan dunia yang harus dikenang oleh generasi mendatang.

library_books Pdiperjuangan