Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pengadilan Larang Pembunuhan Goldschakal di Sylt

Pengadilan di kota Schleswig, Jerman, telah mengeluarkan keputusan untuk melarang sementara penembakan goldschakal yang telah membunuh setidaknya 76 domba dan anak domba di pulau Sylt. Keputusan ini diambil setelah sebuah organisasi perlindungan alam mengajukan banding terhadap izin pembunuhan yang diberikan oleh Badan Lingkungan Hidup Schleswig-Holstein.

Seorang juru bicara pengadilan menjelaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tindakan yang tidak dapat diubah, seperti pembunuhan hewan yang dilindungi, tidak dilakukan sebelum ada keputusan akhir. Saat ini, dokumen terkait kasus ini akan ditinjau lebih lanjut.

Badan Lingkungan Hidup memberikan izin untuk menembak goldschakal dengan alasan perlindungan peternakan domba di pulau tersebut, yang penting untuk melindungi wilayah pesisir. Menurut pihak kementerian, keberadaan goldschakal secara permanen dianggap tidak dapat diterima karena dampaknya terhadap peternakan.

Sejak tanggal 19 Mei, goldschakal yang sama diduga telah menyerang dan membunuh sekitar 100 domba dan anak domba. Setelah insiden tersebut, badan lingkungan setempat memberikan izin untuk pembunuhan hewan tersebut.

Namun, keputusan ini menjadi perdebatan karena goldschakal termasuk spesies yang dilindungi. Goldschakal berasal dari Eropa Tenggara dan kini telah menyebar ke beberapa wilayah di Jerman, termasuk di utara dan barat negara tersebut.

Dengan keputusan ini, para pemburu yang telah memulai pencarian goldschakal di Sylt harus menghentikan rencana mereka untuk saat ini. Pengadilan akan terus menelaah kasus ini sebelum mengambil langkah selanjutnya.

library_books Tagesschau