Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lebih dari 200 Aktivis Ditangkap di Kairo Sebelum Aksi Global ke Gaza

Otoritas Mesir telah menangkap dan memeriksa lebih dari 200 orang yang tiba di Kairo untuk berpartisipasi dalam "Global March to Gaza," sebuah aksi internasional yang bertujuan untuk mengakhiri pengepungan Israel terhadap wilayah Gaza. Menurut penyelenggara aksi, sejumlah 4.000 orang dari lebih dari 40 negara telah memesan penerbangan menuju Kairo, dan banyak dari mereka sudah tiba sebelum rencana aksi dimulai.

Para aktivis ini datang ke Kairo untuk bergabung dengan konvoi darat yang berangkat dari ibu kota Tunisia pada hari Senin. Tujuan mereka adalah mencapai perbatasan Rafah Mesir dengan Gaza sebagai tindakan simbolis untuk menarik perhatian pada pengepungan yang telah berlangsung selama 18 tahun oleh Israel terhadap wilayah tersebut.

Hingga saat ini, pemerintah Mesir belum memberikan respon resmi terhadap permohonan izin untuk aksi tersebut. Namun, para penyelenggara tetap berencana untuk melanjutkan aksi ini. Juru bicara inisiatif, Saif Abu Keshek, menyatakan kepada AFP bahwa lebih dari 200 aktivis pro-Palestina telah ditangkap di bandara Kairo atau sedang diperiksa di hotel-hotel di seluruh Kairo. Dikatakan juga bahwa para tahanan tersebut termasuk warga negara AS, Belanda, Australia, Prancis, Spanyol, Maroko, dan Aljazair.

Menurut Abu Keshek, polisi berpakaian sipil menangkap para aktivis di hotel-hotel Kairo, memeriksa mereka, dan dalam beberapa kasus menyita ponsel serta mencari barang-barang pribadi. Dia menambahkan bahwa setelah diinterogasi, beberapa aktivis ditangkap, sementara yang lain dibebaskan.

Para aktivis dijadwalkan untuk melakukan perjalanan dengan bus ke kota El-Arish di Semenanjung Sinai pada hari Jumat. Dari sana, mereka berencana untuk melakukan aksi menuju perbatasan Gaza, di mana mereka akan berkemah selama tiga hari untuk menekan pemerintah agar membuka perbatasan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mendesak pemerintah Mesir untuk mencegah "para pengunjuk rasa jihad" ini, dengan menegaskan bahwa mereka "akan membahayakan keselamatan tentara (Israel) dan tidak akan diizinkan." Dia juga menambahkan bahwa jika Kairo gagal menghentikan aksi tersebut, pasukan Israel akan campur tangan untuk menghentikannya.

library_books Middleeasteye