Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Menghabiskan $150 Juta untuk Diplomasi Publik

Israel menginvestasikan setidaknya $150 juta tahun ini untuk meningkatkan citra dan legitimasi di mata publik dunia. Dalam upaya ini, negara tersebut berencana untuk memanfaatkan berbagai influencer yang akan dipromosikan di restoran dan bar di Tel Aviv. Tujuan mereka adalah menjelaskan kelebihan demokrasi Israel kepada khalayak internasional.

Saat ini, dukungan terhadap tindakan kekerasan di Gaza di kalangan warga Yahudi Israel sangat tinggi. Hal ini menunjukkan adanya pola pikir yang mendukung supremasi etnis, yang dipengaruhi oleh retorika ekstremis yang sering muncul dalam media mainstream.

Tidak ada negara Barat lain yang memiliki proporsi pendukung tindakan rasis dan genosida yang begitu besar dalam diskursus publik. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Israel dapat diharapkan untuk diterima sepenuhnya di Timur Tengah?

Meskipun sebagian besar negara di kawasan ini tidak demokratis dan sering melanggar hak asasi manusia, Israel selalu mengklaim bahwa mereka berbeda, menganggap diri mereka sebagai 'satu-satunya demokrasi di Timur Tengah'. Namun, sistem politik Israel yang dibangun dengan dukungan besar dari negara Barat, didasarkan pada hierarki rasial yang tidak berkelanjutan, membuat mereka sulit untuk diintegrasikan secara penuh ke dalam kawasan tersebut.

Perlu dicatat bahwa masalah ini bukan hanya terletak pada pemerintahan Benjamin Netanyahu. Para calon penerusnya juga memiliki pandangan keras terhadap hak-hak Palestina dan penentuan nasib sendiri.

Tantangan besar di depan adalah menciptakan alternatif bagi teokrasi Yahudi yang beracun saat ini. Namun, perbaikan ini juga harus dilakukan di Barat. Banyak orang Yahudi, konservatif, dan Kristen evangelis masih terjebak dalam fantasi untuk menghilangkan, membungkam, atau mengusir orang Arab dari tanah mereka sepenuhnya.

library_books Middleeasteye