TNI Angkatan Udara melalui Satuan Bravo (Satbravo) 90 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) resmi menggelar latihan Joint Combined Exchange Training (JCET) Teak Iron 2025. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas pasukan khusus antara TNI AU dan United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC).
Pembukaan latihan dilakukan oleh Komandan Satbravo 90, Kolonel Pas Ruly Arifian, S.E., M.Han., di Aula Batalyon 469 Kopasgat, Medan, pada Senin, 9 Juni 2025. Dalam sambutannya, Kolonel Ruly menyatakan bahwa latihan ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan antara TNI AU dan US AFSOC.
"Diharapkan, latihan serupa akan terus berlanjut di masa mendatang demi menjaga stabilitas regional dan menghadapi tantangan keamanan global," ujarnya.
Keberhasilan JCET Teak Iron 2025 diharapkan menjadi landasan krusial untuk kolaborasi pertahanan yang lebih solid dan berkelanjutan. Latihan ini juga merupakan implementasi dari nilai-nilai TNI AU AMPUH, yang berarti Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis, yang dipromosikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.
Latihan ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan dan dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Pabandyalatma Paban III/Lat Sopsau, Komandan Batalyon 469 Kopasgat, serta pejabat dari Lanud Soewondo, Kosek I Medan, Wing III Kopasgat, dan Konsulat Amerika.
Dengan adanya latihan ini, TNI AU berharap dapat meningkatkan kemampuan pasukan dan memperkuat hubungan internasional demi keamanan dan stabilitas di kawasan.
TNI AU US AFSOC JCET latihan pertahanan