Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Data Penerbangan Penumpang Dijual ke Pemerintah AS

Sebuah perusahaan data yang dimiliki oleh maskapai penerbangan besar di Amerika Serikat, termasuk Delta, American Airlines, dan United, telah mengumpulkan catatan penerbangan domestik para pelancong AS. Perusahaan ini kemudian menjual akses ke data tersebut kepada Customs and Border Protection (CBP), yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Menurut dokumen internal CBP yang diperoleh oleh 404 Media, perusahaan ini juga meminta CBP untuk tidak mengungkapkan dari mana data tersebut berasal.

Data yang dijual mencakup nama penumpang, rute penerbangan lengkap, dan detail keuangan. CBP mengklaim bahwa mereka memerlukan data ini untuk mendukung kepolisian negara bagian dan lokal dalam melacak perjalanan udara orang-orang yang menjadi perhatian di seluruh negeri. Namun, langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli hak sipil.

Dokumen tersebut mengungkap untuk pertama kalinya secara rinci mengapa setidaknya satu bagian dari DHS membeli informasi semacam ini. Ini juga muncul setelah Immigration and Customs Enforcement (ICE) menguraikan pembelian data serupa. Dari dokumen tersebut, terlihat bahwa perusahaan data yang dikenal sebagai Airlines Reporting Corporation (ARC) memberi tahu lembaga pemerintah untuk tidak menyebutkan dari mana data penerbangan tersebut diperoleh.

"Maskapai besar—melalui seorang perantara data yang mereka miliki yang disebut ARC—menjual akses massal kepada pemerintah untuk informasi sensitif warga Amerika, yang mengungkapkan di mana mereka terbang dan kartu kredit yang mereka gunakan," kata Senator Ron Wyden dalam sebuah pernyataan.

Penjualan data ini menjadi sorotan karena melibatkan informasi pribadi banyak orang. Dengan adanya kontrak yang mengharuskan CBP untuk merahasiakan sumber data, banyak yang merasa bahwa privasi mereka terancam. Masyarakat pun diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan data pribadi mereka, terutama terkait dengan penerbangan dan perjalanan udara.

Penting untuk menyadari bahwa perlindungan privasi adalah hak semua orang. Dalam dunia yang semakin digital, informasi pribadi dapat dengan mudah diakses dan disalahgunakan jika tidak ada pengawasan yang ketat. Oleh karena itu, diskusi mengenai privasi dan keamanan data harus terus dilakukan, agar hak-hak individu tetap terjaga.

library_books Wired