Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Protes 'No Kings' di Seluruh AS Tolak Parade Militer

Protes Besar-Besaran di Seluruh AS
Pada hari Sabtu, lebih dari 2.000 kota di Amerika Serikat menyaksikan demonstrasi besar-besaran dengan slogan "No Kings". Para demonstran ini menentang parade militer yang diadakan di Washington, DC, dalam rangka memperingati ulang tahun ke-250 Angkatan Darat AS. Parade ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-79 mantan Presiden Donald Trump, yang menyebabkan kritik bahwa acara tersebut lebih merupakan tontonan pribadi daripada perayaan nasional.

Kegiatan Protes di Berbagai Kota
Di kota-kota seperti New York, Philadelphia, Austin, dan Atlanta, ribuan orang berkumpul dan bergerak berdampingan di jalan-jalan. Di Philadelphia, aktivis hak sipil terkenal, Martin Luther King III, turut serta dalam protes ini. Kehadiran tokoh penting tersebut menambah bobot simbolis dari acara tersebut.

Para kritikus membandingkan parade militer ini dengan pameran yang biasa terlihat di rezim otoriter. Seorang wanita yang ikut berpartisipasi dalam protes di Philadelphia berkata, "Tujuan kami adalah untuk menunjukkan bahwa kami tidak takut" dan menambahkan bahwa Trump "tidak bisa memenjarakan kami semua".

Reaksi Donald Trump di Washington
Sementara para pengunjuk rasa menyuarakan ketidakpuasan mereka di seluruh negeri, Donald Trump berbicara kepada para pendukungnya di Washington setelah parade militer. Ia menyebutkan bahwa acara tersebut menghabiskan biaya hingga $45 juta, dan mengatakan, "Setiap negara lain merayakan kemenangan mereka, sudah saatnya Amerika juga melakukan hal yang sama."

Kejadian Penembakan di Salt Lake City
Namun, tidak semua berjalan lancar selama protes. Di Salt Lake City, terjadi penembakan yang melukai satu orang secara kritis. Polisi menahan tiga orang, termasuk tersangka penembakan. Hingga saat ini, penyelidik belum mengonfirmasi apakah ada motif politik di balik kejadian tersebut.

Protes ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam di masyarakat terhadap kebijakan dan tindakan mantan presiden, serta menandakan pentingnya kebebasan berpendapat di negara demokrasi.

library_books Dwnews