Jakarta, 17 Juni 2025 - Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, mengungkapkan bahwa kinerja keuangan perusahaan pada tahun 2025 diperkirakan akan menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, kinerja di tahun tersebut tidak akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2024.
Emma menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan proyeksi ini. Salah satunya adalah penurunan harga minyak mentah, baik harga Brent Crude maupun harga minyak mentah secara umum. Ia menyatakan bahwa kondisi ini akan berdampak negatif terhadap seluruh parameter bisnis Pertamina.
"Mungkin kalau dilihat dari seluruh parameter di global, 2025 dibandingkan 2024 akan terjadi perburukan. Semua parameter, baik itu Brent, crude price, dan lainnya, diprediksi akan melandai di 2025," ujar Emma dalam konferensi capaian kinerja Pertamina 2024 di Jakarta pada Jumat, 14 Juni 2025.
Emma menambahkan bahwa saat ini, perusahaan harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Dengan penurunan harga minyak, Pertamina harus mencari cara untuk tetap mempertahankan kinerjanya agar tetap stabil meskipun dalam situasi yang sulit.
Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan, mengingat perusahaan ini memiliki peran strategis dalam penyediaan energi di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi Pertamina untuk terus berinovasi dan mencari solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan yang ada.
Dengan proyeksi ini, diharapkan semua pihak dapat memahami tantangan yang dihadapi Pertamina dan bersama-sama mencari solusi untuk menjaga keberlangsungan perusahaan di masa depan.
Pertamina kinerja keuangan Emma Sri Martini 2025 tantangan