Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Demonstrasi Anti-Trump di Utah Berujung pada Penembakan

Sebuah insiden penembakan terjadi di Utah saat demonstrasi besar-besaran menentang Presiden Trump berlangsung. Menurut laporan media, seorang peserta demonstrasi mengalami cedera parah akibat tembakan dan langsung dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Peristiwa tersebut terjadi di Salt Lake City pada hari Sabtu, ketika ratusan ribu orang di seluruh negeri berpartisipasi dalam aksi protes. Polisi setempat mengonfirmasi bahwa ada penangkapan yang dilakukan setelah insiden tersebut.

Para penyelenggara aksi protes mengklaim bahwa lebih dari lima juta orang ikut serta dalam demonstrasi yang berlangsung di sekitar 2.100 kota di seluruh Amerika Serikat. Aksi protes ini berlangsung di bawah tema "No Kings" atau "Tidak Ada Raja", yang menentang otoritarianisme, kebijakan yang mengutamakan miliarder, dan militerisasi demokrasi.

Di Los Angeles, polisi mulai membubarkan para demonstran pada malam hari. Dalam proses tersebut, mereka menggunakan gas air mata dan granat suara. Menurut seorang juru bicara polisi, sejumlah kecil orang yang menjadi pengacau sebelumnya melemparkan batu, botol, dan kembang api ke arah petugas.

Selain itu, di Virginia, seorang pengemudi dilaporkan secara sengaja menabrak sekelompok demonstran saat mereka meninggalkan lokasi protes. Beruntung, tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.

Demonstrasi ini merupakan salah satu yang terbesar sejak Trump menjabat sebagai presiden pada bulan Januari lalu, dan menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan dan tindakan pemerintah saat ini.

library_books Tagesschau