Pada hari Jumat, 13 Juni 2025, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menghubungi Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk memberikan jaminan bahwa negaranya tidak akan menyerang Israel dengan senjata nuklir. Pembicaraan ini dilakukan setelah Israel melancarkan serangan brutal terhadap sejumlah fasilitas di Iran.
Serangan yang dilakukan oleh Israel ini merupakan bagian dari operasi yang dinamakan Rising Lion, yang ditargetkan untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran di banyak negara mengenai kemungkinan balasan dari Iran, yang dikenal memiliki program nuklir.
Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa Republik Islam Iran selalu menolak untuk memiliki senjata nuklir. Ia menekankan, "Kami tidak berusaha memperoleh senjata nuklir dan kami siap memberikan jaminan kepada otoritas internasional mengenai masalah ini." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Iran untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip non-proliferasi senjata nuklir.
Kekhawatiran mengenai potensi konflik ini semakin meningkat, mengingat ketegangan yang ada antara Iran dan Israel. Banyak negara, termasuk Rusia, memantau situasi ini dengan seksama. Panggilan telepon antara Pezeshkian dan Putin menunjukkan pentingnya diplomasi dalam meredakan ketegangan yang ada.
Secara keseluruhan, pernyataan dari Presiden Iran ini bertujuan untuk meredakan ketakutan yang muncul di kalangan komunitas internasional dan untuk menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menyerang negara lain dengan senjata nuklir.
Dengan situasi yang semakin tegang, harapan untuk perdamaian di kawasan Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama banyak negara di dunia.
Iran Israel nuklir Putin Pezeshkian