Martin Jäger, yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Jerman di Ukraina, resmi diangkat sebagai Presiden Badan Intelijen Jerman (BND). Penunjukan ini diumumkan oleh Kabinet Federal Jerman setelah keputusan yang diambil berdasarkan informasi dari agensi berita dpa.
Jäger, yang berusia 60 tahun, akan menggantikan Bruno Kahl, yang telah memimpin BND sejak tahun 2016. Kahl, yang berusia 62 tahun, akan mengambil posisi baru sebagai wakil Jerman di Vatikan, Roma.
Martin Jäger memiliki pengalaman luas dalam diplomasi, terutama di daerah konflik. Ia memulai kariernya setelah menempuh pendidikan di bidang antropologi dan politik di Munich. Jäger juga pernah bekerja di Kementerian Luar Negeri Jerman di Bonn sebelum menjabat sebagai penasihat di Kantor Kanselir.
Sebelum menjabat sebagai duta besar di Kabul, Jäger juga pernah menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri dan memimpin area hubungan luar negeri di perusahaan otomotif Daimler AG. Pengalamannya sebagai diplomat membuatnya sangat terampil dalam menangani situasi yang rumit.
Setelah kembali dari Afghanistan, ia menjabat sebagai kepala staf di Kementerian Keuangan di bawah Menteri Wolfgang Schäuble. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Negara di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pembangunan, sebelum akhirnya menjadi Duta Besar di Irak dari 2021 hingga 2023.
Sejak tahun 2023, Jäger berperan sebagai Duta Besar di Ukraina, di mana ia menghadapi tantangan besar mengingat situasi di negara tersebut. Kini, sebagai Presiden BND, ia diharapkan dapat membawa pengalamannya untuk memperkuat keamanan dan intelijen Jerman di kancah internasional.
Dengan latar belakang yang kuat dalam diplomasi dan pemerintahan, penunjukan Jäger ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi BND dan meningkatkan peranan Jerman dalam isu-isu global.
Martin Jäger BND duta besar Jerman Ukraina