Pada hari Minggu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di kompleks nuklir Iran, khususnya di Isfahan, tidak mengandung banyak material nuklir. IAEA menjelaskan bahwa fasilitas yang diserang tidak memiliki material nuklir atau hanya mengandung sejumlah kecil uranium alami atau yang diperkaya rendah. Akibatnya, pencemaran radioaktif terbatas pada bangunan yang rusak atau dihancurkan.
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan melalui media sosial bahwa serangan ini dianggap sebagai "serangan yang sangat berhasil" terhadap tiga lokasi nuklir di Iran. Dalam postingan di Truth Social pada Sabtu malam, Trump menyatakan, "Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat berhasil di tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan."
Trump juga menambahkan, "Semua pesawat kini berada di luar ruang udara Iran. Kami menjatuhkan bom dalam jumlah penuh di lokasi utama, Fordow." Ia menekankan bahwa semua pesawat kembali dengan selamat dan memberikan ucapan selamat kepada tentara Amerika yang telah melaksanakan misi tersebut. "Tidak ada militer lain di dunia yang bisa melakukan ini. Sekarang adalah waktunya untuk perdamaian! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," kata Trump.
Serangan ini menimbulkan banyak reaksi dari berbagai pihak, termasuk negara-negara yang menentang tindakan militer semacam itu. Banyak yang khawatir bahwa serangan ini dapat meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut dan berdampak negatif pada upaya diplomasi di masa depan.
IAEA, sebagai lembaga internasional yang bertanggung jawab untuk memantau kegiatan nuklir, akan terus mengawasi situasi ini untuk memastikan bahwa semua kegiatan nuklir dilakukan dengan aman dan sesuai dengan peraturan internasional. Sementara itu, dunia menunggu langkah selanjutnya dari kedua negara dan bagaimana situasi ini akan berkembang di masa depan.
Serangan Militer Iran IAEA Nuklir AS