Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Umat Islam Diajak Bersatu Hadapi Ketidakadilan Global

Dalam menghadapi ketidakadilan global, tokoh Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menekankan pentingnya umat Islam untuk bersatu tanpa terjebak dalam perbedaan atau paham keagamaan. "Bagi Muhammadiyah, umat Islam harus bersatu melawan segala bentuk kezaliman. Muhammadiyah tidak mempermasalahkan perbedaan fitrah atau cara berpikir, selama ada semangat solidaritas dan empati yang sama," tegas Syafiq.

Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, juga sependapat dengan Syafiq. Ia mengajak masyarakat untuk melihat Iran dari sudut pandang yang lebih luas, terutama terkait perannya dalam geopolitik global. "Iran adalah kekuatan besar yang diperhitungkan oleh negara-negara besar lainnya," tambah Saad.

Dubes Iran mengungkapkan bahwa sejak malam pertama serangan, Iran telah melakukan aksi balasan sebagai bentuk pembelaan dan pertahanan. Ia menegaskan bahwa perang dapat dimulai hanya dengan satu peluru, tetapi penyelesaiannya tidak semudah itu. "Iran bukan negara agresor, namun akan selalu melakukan pembelaan diri terhadap segala bentuk serangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Dubes Iran menghimbau masyarakat global untuk tidak mudah terpecah oleh narasi media yang dilancarkan oleh pihak Israel. "Rezim Zionis melalui narasi media mencoba membenarkan serangan-serangannya. Mereka mengatakan menyerang Hamas, bukan Palestina. Menyerang Suriah, bukan pemerintahnya. Menyerang pemimpin Iran, bukan negaranya. Semua ini adalah skenario pecah-belah yang harus kita sadari," tegasnya.

Sementara itu, Yayah Khisbiyah, Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, menekankan pentingnya memperkuat kerjasama yang lebih substantif dan bermanfaat di ranah budaya dan akademik. Ia berpendapat bahwa model kerjasama ini bisa menjadi strategi untuk melawan pandangan negatif terhadap Iran. "Ada sebagian masyarakat Indonesia yang masih menganggap Iran sebagai negara yang sangat fundamental. Maka perlu pendekatan budaya dan akademik yang paralel dan simultan untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih objektif," ujar Yayah.

Dengan adanya seruan untuk bersatu dan menyebarkan pemahaman yang lebih baik, diharapkan umat Islam dapat lebih memahami situasi yang terjadi dan menghindari perpecahan yang tidak perlu.

library_books Kabarmuhammadiyah