Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penurunan Jumlah Perusahaan Tiongkok di Tengah Ketegangan Perdagangan

Jumlah perusahaan di Tiongkok, termasuk Hong Kong, mengalami penurunan. Dari 324 perusahaan tahun lalu, kini hanya tersisa 317 perusahaan. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi konsumsi domestik yang lambat dan ancaman perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sektor perbankan kembali mendominasi daftar perusahaan terbesar. Bank Industri dan Komersial Tiongkok (ICBC) menduduki peringkat ketiga sebagai perusahaan Tiongkok tertinggi tahun ini. ICBC juga merupakan bank terbesar di dunia berdasarkan aset, dengan total mencapai $6,7 triliun (sekitar 100.000 triliun rupiah). Selain itu, ICBC mencatatkan laba bersih sebesar $51 miliar (sekitar 750 triliun rupiah) dalam 12 bulan terakhir, menjadikannya sebagai perusahaan Tiongkok yang paling menguntungkan.

Dua bank lainnya yang dimiliki negara juga masuk dalam daftar 10 besar, yaitu Bank Konstruksi Tiongkok di peringkat ketujuh dan Bank Pertanian Tiongkok di peringkat kedelapan.

Penurunan jumlah perusahaan ini menunjukkan dampak dari berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi dunia usaha di Tiongkok. Ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, yang telah berlangsung selama beberapa tahun, terus memberikan tekanan pada pasar domestik. Hal ini membuat banyak perusahaan kesulitan untuk bertahan dan berkembang.

Dengan kondisi ini, para pengamat ekonomi akan terus memantau perkembangan yang terjadi di Tiongkok. Sementara itu, sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung ekonomi, meskipun terdapat tantangan yang harus dihadapi.

library_books Forbes